04 Juni 2009

Timpangnya Hukum Buatan Manusia

Manusia memang sok pinter, mengagung-agungkan peraturan dan hukum yang ia buat. Undang-undang ini, undang-undang itu hampir semuanya berbau kepentingan.

Lihat saja jika kaum kecil berhadapan dengan kalangan atas, walaupun ia benar, tetap saja kelabakan dan tak jarang malah kalah dan dia dianggap bersalah.

Undang-undangnya sendiri banyak menguntungkan kalangan atas, contoh mutakhir adalah kasus prita yang mencurahkan keluhannya karena pelayanan yang buruk dari sebuah rumah sakit, malah dianggap mencemarkan nama baik, dan prita pun sempat jadi tahanan kejaksaan yang sangat tanggap dengan mengacu pada UU ITE.

Tak pelak lagi hukum yang dibuat oleh manusia sulit mencapai keadilan, karena yang terbaik adalah hukum-hukum Allah yang sekarang malah banyak ditinggalkan oleh manusia.

23 Mei 2009

Coba Bangkit

Ketika hawa nafsu tengah menyelimuti diri, melenakan karena kehangatan yang diberikannya. Malas untuk menyibaknya hingga sulit merubah sikap yang lebih bebas tanpa ikatan dan beban yang menggelayuti diri.


Namun kucoba bangkit singkirkan selimut kehangatan yang melenakan, jiwaku berontak akalku menerawang untuk melangkah lebih pasti menyongsong hari yang akan datang.

07 Mei 2009

Tegas

Melakukan kata yang pendek ini susah sekali, walaupun beresiko namun banyak efek positif yang didapat dari ketegasan. Namun hal itu masih sulit dilakukan selama kita masih bermain dengan hati seperti apa yang kualami, sehingga sampai sekarang aku kesulitan jika harus menentukan suatu keputusan.

22 April 2009

Dilematis

Ketika kedua orangtuaku meninggal, aku tak mampu menolak sesuatu yang bertolak belakang dengan pandanganku yaitu tahlilan.
Karena lingkungan di sekitarku sudah begitu kuat menjalankan tradisi itu sejak lama, baik itu saudara2ku, teman2ku juga tetanggaku.
Hanya ada segelintir saja yang sepandangan denganku, tp mereka pun tak berdaya.
Kebersamaan dalam tradisi itu memang bagus, tapi yang jadi masalah Rasulullah tidak pernah mencontohkan hal itu.

06 April 2009

Ketergantungan

Ada ungkapan "tegaklah di atas kaki sendiri" yang maknanya adalah tidak tergantung kepada orang lain, membiasakan percaya pada diri sendiri dan sebisg mungkin untuk coba menggunakan jerih payah sendiri.

Walau memang sebagai mahluk sosial kita tidak bisa mutlak hidup tanpa bantuan orang lain, namun yang ditekankan oleh ungkapan di atas adalah seminimal mungkin kita mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, agar kita bisa lebih mandiri dan lebih bebas dalam menentukan arah dan tujuan kita.