Bencana-bencana yang kerap terjadi beberapa tahun terakhir ini sempat meresahkan berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia.
Tragedi yang paling memilukan sepanjang sejarah terutama bagi Indonesia adalah bencana tsunami yang memporakporandakan Aceh dan sebagian Sumatera Utara, bahkan juga sebagian wilayah negara-negara tetangga seperti Thailand dan India.
Berbagai analisa pun dilakukan oleh para Ilmuwan dunia, dan menghasilkan kesimpulan bahwa bumi kita sedang mengalami pemanasan global (Global Warming) yang muncul akibat perbuatan manusia itu sendiri.
Sementara dari sudut pandang Islam, sejak jaman Nabi Muhammad SAW, telah memprediksi akan maraknya bencana setelah jamannya mereka kelak.
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Apabila ghanimah hanya dinikmati para penguasa, amanah dianggap ghonimah, zakat dianggap pembayar denda, suami sudah dikendalikan istri, anak mendurhakai ibunya, teman dihormati tetapi orangtua dilecehkan, Masjid menjadi tempat bisnis, orang tak berahlak dipercaya menjadi seorang pemimpin, preman dimuliakan karena kejahatannya, minuman keras dianggap minuman biasa, laki-laki memakai sutera, wanita menyukai profesi menyanyi, bunyi-bunyian dijadikan penghibur, generasi penerus menjelek-jelekan generasi sebelumnya, kalau sudah terjadi demikian akan muncul angin merah, yaitu angin pembawa bencana, baik berupa bencana alam maupun bencana penyakit, dan tanah longsor. Wajah-wajah manusia berubah menjadi seperti kera dan babi serta tragedi terus menerus."
(HR.Iman Turmudzi).
Tingkah manusia yang disebutkan dalam Hadits tersebut benar-benar terjadi pada kehidupan manusia sekarang ini.
Tidakkah kita berpikir...?
02 Desember 2009
Menilai Bencana Dari Sudut Pandang Islam
16 November 2009
Ulama Normatif
Susah memang bisa melihat ulama-ulama yang menyuarakan hukum islam secara tegas tentang halal atau haram, sunnah atau bid'ah di stasiun televisi. Yang sering muncul di TV adalah ulama-ulama populer yang normatif, ulama-ulama yang pandai membuat para jama'ah tertawa, sementara ulama-ulama yang berani menyuarakan hukum Islam sulit bersuara di ranah media elektronik.
Namun salah satu TV lokal di Bandung yakni IMTV cukup berani menampilkan Ulama yang cukup vokal dalam menyuarakan hukum-hukum Islam yakni KH.Athian Ali Da'i yang terbingkai dalam acara Mutiara Islam yang ditayangkan setiap hari Rabu malam. Salut deh buat IMTV..!!
Namun salah satu TV lokal di Bandung yakni IMTV cukup berani menampilkan Ulama yang cukup vokal dalam menyuarakan hukum-hukum Islam yakni KH.Athian Ali Da'i yang terbingkai dalam acara Mutiara Islam yang ditayangkan setiap hari Rabu malam. Salut deh buat IMTV..!!
24 Oktober 2009
Etika Berdebat
Debat tak jarang menimbulkan pertengkaran, apa lagi jika debat itu sudah tak lagi sehat, seperti asal bicara (debat kusir) atau yang lebih parah lagi jika perdebatan itu sudah menyerang pribadi hingga keluar dari substansi yang sedang dibicarakan.
Padahal debat bisa menjadi lebih sehat jika dilakukan dengan sopan santun dan budi pekerti yang lembut, tidak hanya akan membawa kedua belah pihak pada kejujuran, tetapi dapat menghilangkan segala dendam dan sakit hati.
Dan hal itu dapat membawa keduanya untuk saling menghargai. Sedangkan jika perdebatan dilakukan dengan penuh amarah dan berusaha menjatuhkan lawan dengan menyerang sisi pribadi atau mengejek secara fisik hingga keluar dari konteks, maka hal inilah yang akan menimbulkan permusuhan dan mengobarkan api percekcokkan di antara kedua belah pihak yang sedang bertukar pikiran itu.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabut ayat 46 : "Dan janganlah kamu bertukar pikiran (berdebat) dengan ahli kitab melainkan dengan cara yang lebih baik".
Padahal debat bisa menjadi lebih sehat jika dilakukan dengan sopan santun dan budi pekerti yang lembut, tidak hanya akan membawa kedua belah pihak pada kejujuran, tetapi dapat menghilangkan segala dendam dan sakit hati.
Dan hal itu dapat membawa keduanya untuk saling menghargai. Sedangkan jika perdebatan dilakukan dengan penuh amarah dan berusaha menjatuhkan lawan dengan menyerang sisi pribadi atau mengejek secara fisik hingga keluar dari konteks, maka hal inilah yang akan menimbulkan permusuhan dan mengobarkan api percekcokkan di antara kedua belah pihak yang sedang bertukar pikiran itu.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabut ayat 46 : "Dan janganlah kamu bertukar pikiran (berdebat) dengan ahli kitab melainkan dengan cara yang lebih baik".
01 Oktober 2009
Nasihat Lukman al-Hakim Kepada anaknya
Wahai anakku, aku telah memakan makanan yang lezat-lezat, tetapi aku tidak menjumpai sesuatu yang lebih lezat daripada kesehatan. Aku telah merasakan semua kepahitan, tetapi aku tidak pernah menjumpai sesuatu yang pahit daripada kebutuhan terhadap orang lain. Dan aku telah mengangkat segala beban terberat, tetapi tidak merasakan sesuatu yang lebih berat daripada hutang.
23 Agustus 2009
Kiprah Media Islam
Dalam dunia pers nasional, kiprah media Islam tidak begitu menonjol, hanya ada beberapa saja yang cukup berani menyuarakan suara Islam secara total, meski dengan resiko dibredel.
Sementara media-media nasional yang bersifat umum begitu mendominasi, sehingga seringkali jika ada pemberitaan yang ada hubunganya dengan Islam pemberitaanya tidak seimbang dan tidak obyektif.
Di Internet, pemberitaanya lebih obyektif, lewat kiprah situs-situs Islam.
Sementara media-media nasional yang bersifat umum begitu mendominasi, sehingga seringkali jika ada pemberitaan yang ada hubunganya dengan Islam pemberitaanya tidak seimbang dan tidak obyektif.
Di Internet, pemberitaanya lebih obyektif, lewat kiprah situs-situs Islam.
Langganan:
Postingan (Atom)
