27 Juli 2010
Perhatian Dari Allah
Apabila Allah hendak menjadikan seseorang itu baik, maka Allah memberikan pemahaman kepada dirinya di dalam urusan agama dan Allah menjadikannya sederhana dalam urusan dunia, selanjutnya Allah memperlihatkan cacat pada dirinya.
14 Juli 2010
Pesona Dosa
Setiap kemaksiatan dan kejahatan selalu menyimpan pesona. Kenikmatan, kepuasan materi, arogansi dan prestise biasanya dapat diperoleh dengan cara-cara yang mudah, ringan dan kadang nyaris tanpa modal.
Pesona-pesona itu benar-benar seperti candu, ia memuaskan sisi kecil kemanusiaan, tapi menghancurkan sebagian besar dan bahkan keseluruhan kemanusiaan itu.
Pesona neraka itu bila telah menjerat nafsu manusia, tidak mudah bagi manusia untuk keluar, kecuali yang benar-benar mau menjauhinya.
Pesona-pesona dosa itu menjadi ruang yang sangat menyenangkan bagi syetan dan butuh kekuatan iman untuk menghadapinya.
Ibnu Abbas dalam menyikapi pesona dosa mengatakan bahwa janganlah menyepelekan akibat-akibat perbuatan dosa sebab ekornya jauh lebih gawat daripada dosa itu sendiri, kalau engkau tidak merasa malu kepada orang lain padahal engkau telah berbuat dosa, maka sikap tidak punya malu itu sendiri adalah juga dosa. Kegembiraanmu ketika melakukan dosa, padahal engkau tidak tahu apa yang diperbuat Allah atas dirimu, adalah juga dosa. Kalau engkau sedih karena tidak dapat berbuat dosa, maka kesedihanmu itu jauh lebih dosa dari perbuatan itu. Engkau takut kalau-kalau angin bertiup membukakan rahasiamu, tetapi engkau sendiri telah berbuat dosa tanpa takut akan Allah yang melihatmu, maka sikap seperti itu adalah lebih besar dosanya ketimbang perbuatan dosa itu.
Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus menghindari pesona dosa itu walaupun banyak menawarkan kesenangan, kemudahan, dan kepuasan, namun semua itu sifatnya sementara, karena kelak akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan apa yang pernah dilakukan.
Pesona-pesona itu benar-benar seperti candu, ia memuaskan sisi kecil kemanusiaan, tapi menghancurkan sebagian besar dan bahkan keseluruhan kemanusiaan itu.
Pesona neraka itu bila telah menjerat nafsu manusia, tidak mudah bagi manusia untuk keluar, kecuali yang benar-benar mau menjauhinya.
Pesona-pesona dosa itu menjadi ruang yang sangat menyenangkan bagi syetan dan butuh kekuatan iman untuk menghadapinya.
Ibnu Abbas dalam menyikapi pesona dosa mengatakan bahwa janganlah menyepelekan akibat-akibat perbuatan dosa sebab ekornya jauh lebih gawat daripada dosa itu sendiri, kalau engkau tidak merasa malu kepada orang lain padahal engkau telah berbuat dosa, maka sikap tidak punya malu itu sendiri adalah juga dosa. Kegembiraanmu ketika melakukan dosa, padahal engkau tidak tahu apa yang diperbuat Allah atas dirimu, adalah juga dosa. Kalau engkau sedih karena tidak dapat berbuat dosa, maka kesedihanmu itu jauh lebih dosa dari perbuatan itu. Engkau takut kalau-kalau angin bertiup membukakan rahasiamu, tetapi engkau sendiri telah berbuat dosa tanpa takut akan Allah yang melihatmu, maka sikap seperti itu adalah lebih besar dosanya ketimbang perbuatan dosa itu.
Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus menghindari pesona dosa itu walaupun banyak menawarkan kesenangan, kemudahan, dan kepuasan, namun semua itu sifatnya sementara, karena kelak akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan apa yang pernah dilakukan.
24 Juni 2010
Idealnya Keadaan Umat Muslim
Umat Muslim idealnya selalu berada dalam keadaan melaksanakan perintah Allah, lalu menjauhi segala larangan Allah dan rela akan qadha dan qadhar.
18 Mei 2010
Syair Babar Kamil
Wahai orang yang sibuk dengan dunia, sungguh dia telah tertipu oleh banyaknya lamunan
Atau dia tidak pernah berhenti dalam kelalaian, hingga ajal yang ditentukan mendekatinya
Mati itu datang tanpa pemberitauan, sedangkan kubur itu peti amalan
Bersabarlah menghadapi kesusahan, tiada mati tanpa ajal yang menentukan
07 Mei 2010
Hadapi 3 Perkara Dengan 3 Perkara Lainya
Ada 3 perkara yang kerap ada dalam diri manusia yaitu takabur, rakus dan hasud, namun manusia juga bisa melawan 3 perkara tersebut dengan 3 perkara lainnya yakni tawadhu, Qana'ah dan nasihat.
Ini dia head to headnya:
hadapi takabur dengan tawadhu
hadapi sifat rakus dengan qana'ah
hadapi hasud dengan nasihat.
Ini dia head to headnya:
hadapi takabur dengan tawadhu
hadapi sifat rakus dengan qana'ah
hadapi hasud dengan nasihat.
Langganan:
Postingan (Atom)




