06 Januari 2011

Dibelenggu Budi

Mungkin aku dianggap orang yang tak tahu balas budi oleh sebagian orang yang telah menanamkan kebaikan padaku. Tapi sungguh aku tak bermaksud begitu, dengan tidak mau kumpul-kumpul dalam urusan agama. Secara psikologi sosial aja aku tu sulit bila berada di suatu perkumpulan, apalagi diperkumpulan urusan agama yang berupa ritual yang sepengetahuanku tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW.

Padahal aku tu telah menganggap mereka sebagai saudara dan akan selalu ku ingat kebaikan-kebaikan yang telah mereka berikan, tapi untuk soal prinsip dalam urusan agama aku memang tengah mencoba untuk tegas, walaupun efeknya aku dijauhi oleh mereka.

01 Januari 2011

Perayaan Tahun Baru

Salah seorang temanku bilang masa kalo tahun baru Masehi selalu dirayakan dengan pesta pora sedangkan tahun baru Islam nggak, lalu aku jawab, ya kita ga perlu ikut-ikutan berpesta pora pada saat perayaan tahun baru masehi, tapi perayaan tahun baru Islam juga ga perlu dilakukan dengan ritual-ritual tertentu, apalagi pesta pora, karena memang ga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya.

10 Agustus 2010

4 Amal Yang Paling Sulit

1. Memberi maaf ketika marah.

2. Bermurah hati ketika fakir.

3. Memelihara diri dari perbuatan haram ketika berada di tempat sepi.

4. Mengatakan sesuatu yang hak kepada orang yang ditakuti.

27 Juli 2010

Perhatian Dari Allah

Apabila Allah hendak menjadikan seseorang itu baik, maka Allah memberikan pemahaman kepada dirinya di dalam urusan agama dan Allah menjadikannya sederhana dalam urusan dunia, selanjutnya Allah memperlihatkan cacat pada dirinya.

14 Juli 2010

Pesona Dosa

Setiap kemaksiatan dan kejahatan selalu menyimpan pesona. Kenikmatan, kepuasan materi, arogansi dan prestise biasanya dapat diperoleh dengan cara-cara yang mudah, ringan dan kadang nyaris tanpa modal.
Pesona-pesona itu benar-benar seperti candu, ia memuaskan sisi kecil kemanusiaan, tapi menghancurkan sebagian besar dan bahkan keseluruhan kemanusiaan itu.
Pesona neraka itu bila telah menjerat nafsu manusia, tidak mudah bagi manusia untuk keluar, kecuali yang benar-benar mau menjauhinya.
Pesona-pesona dosa itu menjadi ruang yang sangat menyenangkan bagi syetan dan butuh kekuatan iman untuk menghadapinya.
Ibnu Abbas dalam menyikapi pesona dosa mengatakan bahwa janganlah menyepelekan akibat-akibat perbuatan dosa sebab ekornya jauh lebih gawat daripada dosa itu sendiri, kalau engkau tidak merasa malu kepada orang lain padahal engkau telah berbuat dosa, maka sikap tidak punya malu itu sendiri adalah juga dosa. Kegembiraanmu ketika melakukan dosa, padahal engkau tidak tahu apa yang diperbuat Allah atas dirimu, adalah juga dosa. Kalau engkau sedih karena tidak dapat berbuat dosa, maka kesedihanmu itu jauh lebih dosa dari perbuatan itu. Engkau takut kalau-kalau angin bertiup membukakan rahasiamu, tetapi engkau sendiri telah berbuat dosa tanpa takut akan Allah yang melihatmu, maka sikap seperti itu adalah lebih besar dosanya ketimbang perbuatan dosa itu.
Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus menghindari pesona dosa itu walaupun banyak menawarkan kesenangan, kemudahan, dan kepuasan, namun semua itu sifatnya sementara, karena kelak akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan apa yang pernah dilakukan.