Firman Allah: ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan kalian memaklumkan:
"Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat)
kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangatlah pedih." (QS: Ibrahim :7).
"Syukur itu pengikat kenikmatan dan sebab bertambahnya nikmat,
sebagaimana diucapkan oleh Umar bin Abdul Aziz: "Ikatlah nikmat-nikmat
Allah dengan syukur kepada-Nya."
Ibnu Abid Dunya telah menyebutkan dari Ali bin Abi Thalib bahwasanya
dia berkata kepada seorang lakì-laki dari daerah Hamdzaan:
''Sesungguhnya nikmat itu disambung dengan syukur sedangkan syukur itu
sendiri berkaitan dengan bertambahnya nikmat, dan keduanya
bergandengan pada suatu masa, maka tidak akan terputus tambahan nikmat
dari Allah sampai terputusnya rasa syukur dari seorang hamba.''
25 Desember 2012
21 Desember 2012
Hukum Ramalan Zodiak Dalam Pandangan Islam
TANYA: '' Saat ini kan banyak orang terutama remaja yang mempercayai
ramalan-ramalan Zodiak dari masalah rezeki, jodoh, cinta, nasib, dan
lain-lain, bagaimana hukum mengenai hal tersebut menurut pandangan
Islam?''
JAWAB: '' Tentu saja hal itu sangat dìlarang dalam ajaran Islam,
karena sudah menjurus pada kesirikan.
Contoh hadits yang menunjukkan larangan tersebut adalah hadits dari
Al-bazaar dengan sanad yang jayyid, 'Dari Imron bin Hushoin,
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Bukan termasuk
golongan kami siapa saja yang beranggapan sial atau membenarkan orang
yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang ramal
atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan
sihir atau membenarkannya.''
Contoh hadits lainnya adalah Hadits riwayat Abu Dawud dengan sanad
yang shahih, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda: ''Barangsiapa mengambil ilmu
perbintangan, berarti ia telah mengambil salah satu cabang sihir, akan
bertambah dan terus bertambah.''
Jadi kalau ada orang berbicara atau sok tahu perkara ghaib maka ia
termasuk pada golongan tukang ramal atau berserikat dengannya, karena
ilmu ghaib adalah hak prerogatif Allah seperti yang disebutkan dalam
Al-Qur'an surat An-Naml ayat 65, ''Katakanlah: Tidak ada seorangpun di
langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah."
Jadi kesimpulannya mempercayai ramalan-ramalan bintang tersebut haram
hukumnya maka hindarilah hal-hal yang mungkin saja dianggap sepele itu
agar kita tidak terjerumus dalam kemusyrikan.
ramalan-ramalan Zodiak dari masalah rezeki, jodoh, cinta, nasib, dan
lain-lain, bagaimana hukum mengenai hal tersebut menurut pandangan
Islam?''
JAWAB: '' Tentu saja hal itu sangat dìlarang dalam ajaran Islam,
karena sudah menjurus pada kesirikan.
Contoh hadits yang menunjukkan larangan tersebut adalah hadits dari
Al-bazaar dengan sanad yang jayyid, 'Dari Imron bin Hushoin,
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Bukan termasuk
golongan kami siapa saja yang beranggapan sial atau membenarkan orang
yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang ramal
atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan
sihir atau membenarkannya.''
Contoh hadits lainnya adalah Hadits riwayat Abu Dawud dengan sanad
yang shahih, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda: ''Barangsiapa mengambil ilmu
perbintangan, berarti ia telah mengambil salah satu cabang sihir, akan
bertambah dan terus bertambah.''
Jadi kalau ada orang berbicara atau sok tahu perkara ghaib maka ia
termasuk pada golongan tukang ramal atau berserikat dengannya, karena
ilmu ghaib adalah hak prerogatif Allah seperti yang disebutkan dalam
Al-Qur'an surat An-Naml ayat 65, ''Katakanlah: Tidak ada seorangpun di
langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah."
Jadi kesimpulannya mempercayai ramalan-ramalan bintang tersebut haram
hukumnya maka hindarilah hal-hal yang mungkin saja dianggap sepele itu
agar kita tidak terjerumus dalam kemusyrikan.
19 Desember 2012
Sah Tidaknya Nikah Siri
TANYA: ''Sekarang ini lagi ramai kan perbincangan tentang nikah siri,
apalagi melibatkan salah seorang pejabat daerah di negeri kita, nah
pertanyaannya sah kah nikah siri itu?''
JAWAB: '' Dari pandangan hukum Islam selama rukun dan syaratnya
terpenuhi berarti itu sah. Tapi walaupun sah sebaiknya nikah seperti
itu dihindari saja, terutama untuk kaum perempuan, karena dalam hal
ini perempuan dan anak lah(jika telah mempunyai anak setelahnya) yang
paling dirugikan, sebab pernikahan sìri itu biasanya tidak tercatat
oleh aparatur negara yang terkait. Dan yang perlu diketahuì bahwa
nikah siri itu sebenarnya tidak ada dalam Islam, nikah ya nikah aja,
namun dalam pandangan masyarakat, pernikahan yang dilakukan secara
diam-diam atau tidak mengabarkan kepada banyak orang itulah nikah
siri.
Memang sepatutnyalah jika pernikahan itu tidak perlu disembunyikan
agar jelas statusnya serta mampu meminimalisir masalah-masalah yang
timbul dalam kehidupan berumah tangga, toh dalam Islam pun pernikahan
itu dianjurkan untuk diberìtakan atau dikabarkan. Dan jika ada
seseorang yang tetap saja melakukan nikah seperti itu (siri) maka
memang harus siap dengan resiko yang akan ditimbulkannya.
apalagi melibatkan salah seorang pejabat daerah di negeri kita, nah
pertanyaannya sah kah nikah siri itu?''
JAWAB: '' Dari pandangan hukum Islam selama rukun dan syaratnya
terpenuhi berarti itu sah. Tapi walaupun sah sebaiknya nikah seperti
itu dihindari saja, terutama untuk kaum perempuan, karena dalam hal
ini perempuan dan anak lah(jika telah mempunyai anak setelahnya) yang
paling dirugikan, sebab pernikahan sìri itu biasanya tidak tercatat
oleh aparatur negara yang terkait. Dan yang perlu diketahuì bahwa
nikah siri itu sebenarnya tidak ada dalam Islam, nikah ya nikah aja,
namun dalam pandangan masyarakat, pernikahan yang dilakukan secara
diam-diam atau tidak mengabarkan kepada banyak orang itulah nikah
siri.
Memang sepatutnyalah jika pernikahan itu tidak perlu disembunyikan
agar jelas statusnya serta mampu meminimalisir masalah-masalah yang
timbul dalam kehidupan berumah tangga, toh dalam Islam pun pernikahan
itu dianjurkan untuk diberìtakan atau dikabarkan. Dan jika ada
seseorang yang tetap saja melakukan nikah seperti itu (siri) maka
memang harus siap dengan resiko yang akan ditimbulkannya.
17 Desember 2012
Contoh-Contoh Ajaran Primitif Animisme Dan Dinamisme
Sebagian penganut paham animisme dan dinamisme mempercayai bahwa ada
benda atau hewan yang melahirkan nenek moyang mereka. Ada yang
beranggapan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Harimau, Ikan
lumba-lumba, Buaya dan lain-lain. Sebagian suku Indian bahkan
beranggapan bahwa manusia itu berasal dari bulu burung elang, sehingga
bulu burung elang itu dianggap mempunyai kekuatan gaib. Orang Eskimo
juga beranggapan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Beruang,
sehingga orang eskimo yang telah lanjut usia menjadi persembahan untuk
menjadi mangsa beruang dengan membawanya ke padang salju, padahal
dalam kesehariannya orang-orang eskimo pun kerap memakan daging
beruang.
Itulah contoh-contoh ajaran primitif animisme dan dinamisme yang tentu
saja sangat bertentangan dengan aqidah Islam, maka sangat mengherankan
jika di masa sekarang masih ada orang yang percaya dengan hal-hal
mistik seperti itu meski dalam bentuk atau hal yang berbeda.
Source: Parasit Aqidah.
benda atau hewan yang melahirkan nenek moyang mereka. Ada yang
beranggapan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Harimau, Ikan
lumba-lumba, Buaya dan lain-lain. Sebagian suku Indian bahkan
beranggapan bahwa manusia itu berasal dari bulu burung elang, sehingga
bulu burung elang itu dianggap mempunyai kekuatan gaib. Orang Eskimo
juga beranggapan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Beruang,
sehingga orang eskimo yang telah lanjut usia menjadi persembahan untuk
menjadi mangsa beruang dengan membawanya ke padang salju, padahal
dalam kesehariannya orang-orang eskimo pun kerap memakan daging
beruang.
Itulah contoh-contoh ajaran primitif animisme dan dinamisme yang tentu
saja sangat bertentangan dengan aqidah Islam, maka sangat mengherankan
jika di masa sekarang masih ada orang yang percaya dengan hal-hal
mistik seperti itu meski dalam bentuk atau hal yang berbeda.
Source: Parasit Aqidah.
11 Desember 2012
Pengaruh Besar Media Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa
Bangsa Indonesia beberapa tahun terakhir ini sepertinya semakin carut
marut, berbagai peristiwa buruk kerap menghiasi wajah negeri ini.
Kekerasan merebak di mana-mana, tingkat kriminalitas makin meningkat,
tawuran pelajar dan mahasiswa juga tinggi intensitasnya, sex bebas,
pemerkosaan dan berbagai kriminalitas remaja lainnya juga tak kalah
banyak peristiwanya. Ada apakah ini?
Arus teknologi yang deras mengalir mengisi alur kehidupan bangsa ini
telah melahirkan berbagai media komunikasi yang mudah dijangkau dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia seperti Radio, Televisi,
koran, majalah, film dan yang paling mutakhir adalah Internet. Apakah
media-media ini yang mempengaruhi berbagai persoalan yang terjadi di
negeri ini? bisa jadi ! tapi tentu saja kita tidak bisa menjustifikasi
secara keseluruhan demikian (tergantung isi/ tayangannya), namun
pengaruh besar dari media, terutama Televisi yang sangat berpotensi
membentuk karakter masyarakat suatu bangsa itu adalah fakta. televisi
yang banyak menayangkan kekerasan, seksualitas baik dalam bentuk
hiburan atau pun berita sangat mudah dicerna dan ditiru oleh orang
yang menontonnya. Bahkan media televisi pun sangat ampuh dalam
membentuk opini publik dengan berita-berita yang disiarkannya meski
tak jarang pemberitaannya itu tidak obyektif atau tendensius
tergantung selera sang pemilik media tersebut. Maka setelah tahu
begitu berpengaruhnya media dalam mempengaruhi opini masyarakat Para
pemilik media pun terjun ke dunia politik, atau politikus yang punya
uang pun mengakuisisi perusahaan media tersebut untuk dijadikan corong
politiknya.
Seorang Psikolog asal Kanada, Albert Bandura mengatakan bahwa media
yang paling kuat mempengaruhi perilaku sosial masyarakat adalah
Televisi dan Film. Maka semestinya Para pemilik media terutama
televisi tidak hanya memikirkan keuntungan belaka, tetapi mempunyai
tanggung jawab moral dengan menayangkan hal-hal yang positif agar
karakter bangsa inipun terbentuk secara positif.
Namun sesungguhnya peran pemerintah dan DPR lah yang paling diharapkan
dalam membuat regulasi yang lebih selektif, janganlah kebebasan
berekspresi dan berkreasi itu menjadi sesuatu yang kebablasan tanpa
batas dan dapat memberi dampak buruk pada masyarakat.
marut, berbagai peristiwa buruk kerap menghiasi wajah negeri ini.
Kekerasan merebak di mana-mana, tingkat kriminalitas makin meningkat,
tawuran pelajar dan mahasiswa juga tinggi intensitasnya, sex bebas,
pemerkosaan dan berbagai kriminalitas remaja lainnya juga tak kalah
banyak peristiwanya. Ada apakah ini?
Arus teknologi yang deras mengalir mengisi alur kehidupan bangsa ini
telah melahirkan berbagai media komunikasi yang mudah dijangkau dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia seperti Radio, Televisi,
koran, majalah, film dan yang paling mutakhir adalah Internet. Apakah
media-media ini yang mempengaruhi berbagai persoalan yang terjadi di
negeri ini? bisa jadi ! tapi tentu saja kita tidak bisa menjustifikasi
secara keseluruhan demikian (tergantung isi/ tayangannya), namun
pengaruh besar dari media, terutama Televisi yang sangat berpotensi
membentuk karakter masyarakat suatu bangsa itu adalah fakta. televisi
yang banyak menayangkan kekerasan, seksualitas baik dalam bentuk
hiburan atau pun berita sangat mudah dicerna dan ditiru oleh orang
yang menontonnya. Bahkan media televisi pun sangat ampuh dalam
membentuk opini publik dengan berita-berita yang disiarkannya meski
tak jarang pemberitaannya itu tidak obyektif atau tendensius
tergantung selera sang pemilik media tersebut. Maka setelah tahu
begitu berpengaruhnya media dalam mempengaruhi opini masyarakat Para
pemilik media pun terjun ke dunia politik, atau politikus yang punya
uang pun mengakuisisi perusahaan media tersebut untuk dijadikan corong
politiknya.
Seorang Psikolog asal Kanada, Albert Bandura mengatakan bahwa media
yang paling kuat mempengaruhi perilaku sosial masyarakat adalah
Televisi dan Film. Maka semestinya Para pemilik media terutama
televisi tidak hanya memikirkan keuntungan belaka, tetapi mempunyai
tanggung jawab moral dengan menayangkan hal-hal yang positif agar
karakter bangsa inipun terbentuk secara positif.
Namun sesungguhnya peran pemerintah dan DPR lah yang paling diharapkan
dalam membuat regulasi yang lebih selektif, janganlah kebebasan
berekspresi dan berkreasi itu menjadi sesuatu yang kebablasan tanpa
batas dan dapat memberi dampak buruk pada masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)
