03 Maret 2014

Tempo, Media Liberal Yang Patut Diwaspadai

Media yang bersifat liberal di Indonesia seringkali menyudutkan Islam dalam pemberitaanya, salah satu yang menonjol di antaranya adalah Tempo. Dari dulu media ini sangat hoby dan antusias kala memberitakan isu-isu yang terkait dengan Islam, lalu menyudutkannya dengan pandangan yang negatif. Yang terbaru adalah pemberitaan mengenai sertifikat halal dan tuduhan terhadap Ketua MUI Amidhan yang diberitakan dapat bayaran dari Halal Food Council of Europe (HFCE) , namun semua itu terbantahkan, dalam surat
resminya pada tanggal 24-2-2014 lalu, HFCE menyatakan laporan Majalah Tempo itu tidak benar! Amidhan dengan sukarela memberi masukan soal sertifikasi halal.

Maka dari itu kaum muslim harus waspada terhadap pemberitaan media liberal seperti majalah tempo ini, jangan mudah percaya sebelum terbukti kebenaranya, karena pemberitaannya lebih cenderung subyektif dan menyudutkan Islam.

20 Februari 2014

Pembatalan Polwan Berjilbab

Jelas pembatalan rencana.penggunaan jilbab polwan oleh Kapolri adalah sesuatu yang aneh dan dzolim, meskipun Indonesia bukan Negara Islam namun faktanya muslim di Indonesia adalah mayoritas, jadi sungguh terlalu jika ada polwan yang ingin menggunakan jilbab tapi dilarang, padahal mereka juga ingin menjalankan syariat Islam agama yang dipeluknya selain mengabdi juga pada negara.

Jangankan dari sudut pandang Islam yang jelas-jelas mewajibkan wanita untuk berjilbab, dari sudut pandang demokrasi yang dianut negeri ini saja sudah terasa janggal. Karena hak seseorang untuk menjalankan agamanya telah dipasung oleh peraturan instansi kepolisian.

03 Desember 2013

Pekan Kondom Nasional

Negeri ini makin lama makin liberal saja, kali ini ada acara yang disebut pekan kondom nasional ! Wah dengan adanya kondom, gerbang perzinahan atau seks bebas jadi makin terbuka. Alasannya sih buat mencegah penyebaran virus HIV/AIDS, walau pada kenyataannya menurut penelitian ilmiah kondom tidak efektif mencegah penyebaran Virus HIV/AIDS.
Padahal pencegahan yang efektif adalah pendidikan agar semua kalangan tidak melakukan hubungan seks bebas di luar pernikahan.

06 September 2013

Peradaban Islam Adalah Peradaban Pilihan

Peradaban barat identik dengan peradaban modern, demikianlah setidaknya pandangan orang-orang saat ini, ilmu dan teknologi telah berkembang sedemikian pesat sehingga manusia memperoleh sejumlah kemudahan dalam kehidupan ini. Jarak yang jauh dapat ditempuh dalam waktu singkat dengan adanya pesawat, serta alat-alat komunikasi dan informasi yang telah membuat dunia ini terasa seperti sebuah kampung kecil yang dengan mudahnya kita bisa berkomunikasi karena adanya telepon dan internet. Dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan dari efek teknologi yang mestinya membuat manusia menjadi bahagia.
Namun ternyata peradaban barat yang modern ini justru lebih sering menimbulkan ketidakpuasan dan penderitaan, akibatnya banyak orang yang lari ke alkohol, narkotika, perjudian, seks bebas, tawuran, peperangan dan berbagai bentuk tindakan kriminal lainnya, karena semua itu tidak juga membuat mereka bahagia, yang mereka rasakan adalah kebosanan dalam hidup, maka tak heran dari mereka yang banyak melakukan bunuh diri.

Peradaban Islam adalah solusi terbaik dalam hidup ini, karena peradaban Islam merupakan satu-satunya peradaban yang sesuai dengan fitrah manusia yang dibuat oleh Allah. Contohnya Manusia tidak dilarang untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama hal itu tidak melanggar aturan yaitu dengan jalan pernikahan. Allah tidak melarang keinginan manusia selama keinginan itu adalah keinginan yang benar dan tidak membuat lupa kepada Allah, serta dìlakukan pula dengan cara-cara yang benar. Allah SWT berfirman
''Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negerì akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi." (QS:28:77).

Peradaban Islam juga dapat memuaskan akal dan perasaan, karena ajaran Islam adalah ajaran yang rasional, bahkan di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang mendorong agar kita berpikir dan menggunakan akal semaksimal mungkin. Demikian pula halnya dengan perasaan atau rohani manusia yang di dalam Al-Qur'an sangat ditekankan untuk dijaga kesehatannya.
Peradaban Islam juga dapat beradaptasi dengan ruang dan waktu, dalam arti ajaran Islam bukanlah ajaran yang hanya bersifat khayali, tapi merupakan ajaran yang harus diamalkan dan dapat dilakukan dalam situasi dan kondisi apapun juga serta dimanapun manusia itu berada. Dalam keadaan sibukpun seorang muslim tetap harus menjalankan ajaran Islam sehingga kesibukan dirìnya tidak membuat seseorang menjadi tegang hingga mengalami stres. Begitupun saat santai dan senang, manusia tetap harus menjalankan ajaran Islam sehingga kesenangan itu tidak membuat seseorang menjadi lupa diri. Peradaban seperti inilah yang membuat manusia tetap bahagia dan baik dalam berbagai situasi dan kondisi. Bila sudah demikian, maka manusia akan merasakan kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan jiwa di manapun dia berada.

29 Mei 2013

Perbedaan Perintah Yang Berhubungan Dengan Dunia Dan Akhirat

Perintah- perintah dalam agama Islam itu ada dua yaitu perintah yang berhubungan dengan keduniaan dan yang berhubungan dengan akhirat atau ibadah.
Ada perbedaan dalam melaksanakan perintah yang berurusan dengan dunia dengan perintah yang berurusan dengan ibadah, yaitu untuk hal yang berurusan dengan dunia mengerjakannya tidak harus sama dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam, misalnya untuk perjalanan jauh, kita dibolehkan membuat atau membeli mobil untuk mempermudah dan mempercepat perjalanan kita dan tentu saja tidak harus menggunakan seekor Unta seperti apa yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya.. Namun untuk urusan akhirat atau ibadah (ubudiyah), kita harus mencontoh dan melakukan apa yang diperintah oleh Rasulullah, tidak boleh dikurangi atau ditambah.
Jadi jelas sudah, urusan dunia boleh kìta lakukan, seperti menciptakan atau melakukan sesuatu yang tentu saja selama itu tidak dilarang dan dibatas, karena untuk urusan dunia hukum asalnya adalah boleh kita kerjakan kecuali ada dalil yang melarangnya.
Dalam sebuah hadits yang dirawayatkan oleh muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ''Kamu lebih mengetahui tentang urusan dunia kamu. Apabila aku perintah kamu sesuatu dalam urusan Agama (ibadah) kamu, maka hendaklah kamu kerjakan''.

Jadi kesimpulannya, untuk urusan dunia kìta boleh melakukan apa saja walau tidak sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi, selama hal itu tidak dilarang. Dan kita harus melakukan ibadah sesuai perintah Allah melalui Nabi-Nya tanpa mengurangi dan menambahinya. Karena jika kita beribadah tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi, maka kita telah melakukan bid'ah, dan bid'ah itu dilarang dalam Islam.