10 Juli 2014
Jangan Langsung Percaya Lembaga Survei
Akhirnya dengan tanpa malu, secara tidak etis kedua kubu saling mengklaim kemenangan dan seolah-olah telah resmi jadi presiden! Padahal hasil resmi nanti pada tanggal 22 Juli yang akan diumumkan oleh KPU setelah melalui penghitungan manual, sementara hasil quick count itu bersifat prediksi, apalagi margin angkanya pun tipis.
Rakyat yang mau berpikir logis dan tidak fanatik buta tentu akan lebih jernih menyikapi hal ini, tunggulah hasil resmi dari KPU dan jangan cari kambing hitam, kawal terus perjalanan kotak Suara untuk menjaga kecurangan dan terima hasil apapun yang telah ditetapkan oleh KPU, dan ciptakan keamanan dan kedamaian kalau memang mencintai negeri dan rakyatnya.
04 Juli 2014
Makin Mantap Untuk Pilih Capres Nomor Satu
Di kubu Jokowi terlalu banyak orang-orang yang cenderung benci sama Islam baik dari kalangan jendral Purnawirawan, aktivis, Ormas dan LSMnya. Secara ideologis aku berbeda dan ga suka sama Luhut Panjaitan, Hendropriyono, Musdah Mulia, Adian Napitupulu, Fazrul Rachman, Jalaludin Rachmat, Ade armando, Budiman Sujatmiko, Anis Baswedan, Zuhairi Misrawi, Rieke Diah Pitaloka, Dahlan Iskan, Wimar Witoelar, Butet dan orang2 liberal dan sekuler lainnya. Belum lagi medianya seperti Metro TV, Kompas, Tribun, Berita Satu, Tempo dll yang selalu nyinyir kepada Islam. Jadi kini sudah jelas mana yang hitam dan mana yang putih, jadi semakin mantap untuk pilih capres nomor satu! walau Prabowo bukan pilihan idealku tapi menurutku masih lebih baik dari kubu Jokowi jika melihat dukungan orang-orang di belakangnya.
13 Juni 2014
Kenapa Pilih Prabowo
Sementara jika lihat di kubu Jokowi hampir semua pendukungnya itu tidak sepaham dengan pemikiranku, dari partai sampai tokoh-tokohnya. Ada PDIP, partai yang kerapkali menjegal RUU dan Perda Syariat dan jika Jokowi menang bahkan akan menghapusnya, ada orang-orang liberal, ada orang-orang Syi'ah, ada jendral seperti Luhut Panjaitan dan AM Hendropriyono, caleg-caleg non muslim yang dominan, para aktivis yang nyinyir kayak Fajroel rachman dan adian napitupulu bahkan ada juga para pengusung LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual dan Transgender).
Aku tidak terpengaruh dengan kampanye hitam yang menyerang kubu Jokowi, karena pertimbanganku bukan dari kampanye hitam tapi hal-hal di atas tersebutlah yang menjadi jawaban mengapa kemungkinan besar nanti aku pilih Prabowo.
08 Juni 2014
Hindari Pemimpin Yang Munafik
Masyarakat terutama umat muslim harus teliti dan waspada kala hendak memilih pemimpin, lihatlah! Apakah ia seorang yang amanah dan teguh memegang janjinya, jangan sampai kita dipimpin oleh orang yang munafik! Sulit memang di negeri ini ada politikus yang teguh dan amanah dalam memimpin rakyatnya, namun setidaknya kita dapat memilih yang madhorotnya lebih kecil. Selain kita melihat sosok pemimpin yang kita pilih, maka perlu juga melihat siapa saja pendukung di belakangnya, karena para pendukung calon pemimpin itu akan mempengaruhi kebijakan dan keputusan sang pemimpin kelak.
08 Mei 2014
Tentang Capres Jokowi
Ga perlu ikut-ikutan menyudutkan Jokowi dengan isu-isu korupsinya saat menjabat walikota Solo, soalnya hal itu belum tentu benar dan juga belum tentu salah, itu mah urusan elit-elit dan para penegak hukum. Aku sih sederhana saja, Indonesia butuh pemimpin yang amanah, yang teguh akan janjinya, sayangnya Jokowi pun tak jauh berbeda dengan elit politik lainnya, mudah berjanji dan mudah mengingkari. Demi kekuasaan yang lebih tinggi ia ingkari janji memimpin Jakarta selama lima tahun. Janji itu tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada rakyat yang dipimpinnya, tapi juga pada Tuhan yang menciptakannya.





