22 April 2009

Dilematis

Ketika kedua orangtuaku meninggal, aku tak mampu menolak sesuatu yang bertolak belakang dengan pandanganku yaitu tahlilan.
Karena lingkungan di sekitarku sudah begitu kuat menjalankan tradisi itu sejak lama, baik itu saudara2ku, teman2ku juga tetanggaku.
Hanya ada segelintir saja yang sepandangan denganku, tp mereka pun tak berdaya.
Kebersamaan dalam tradisi itu memang bagus, tapi yang jadi masalah Rasulullah tidak pernah mencontohkan hal itu.

06 April 2009

Ketergantungan

Ada ungkapan "tegaklah di atas kaki sendiri" yang maknanya adalah tidak tergantung kepada orang lain, membiasakan percaya pada diri sendiri dan sebisg mungkin untuk coba menggunakan jerih payah sendiri.

Walau memang sebagai mahluk sosial kita tidak bisa mutlak hidup tanpa bantuan orang lain, namun yang ditekankan oleh ungkapan di atas adalah seminimal mungkin kita mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, agar kita bisa lebih mandiri dan lebih bebas dalam menentukan arah dan tujuan kita.

22 Maret 2009

Tri Tunggal

Dalam kehidupan tentu saja orang membutuhkan kebebasan, orang bebas tentu lebih menyenangkan dari pada orang yang terikat atau terjajah. Namun kebebasan harus dibarengi dengan pikiran, sehingga kebebasan dapat terkontrol tidak kebablasan dan mengganggu kebebasan orang lain.
Jadi ingat apa yang dikatakan oleh Kahlil Gibran "kehidupan tanpa kebebasan bagai tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa pikiran bagaikan roh yang bimbang".

14 Maret 2009

Menyelami kemarahan

Kala persoalan kian menekan, emosi begitu mudah keluar, padahal itu bukan solusi. Marah hanya membuahkan perasaan tersiksa, mengacaukan pikiran dan menegangkan syaraf, yang tentu saja akan merusak diri sendiri.

05 Maret 2009

Bias langkah

Hampir satu dasawarsa ku meniti jembatan waktu dengan tuntunan peta yang aku rasakan benar arahnya. Namun di tengah jalan langkahku terbias, arah yang mesti ku tempuh terlihat samar.
Aku terjebak dalam kabut nafsu yang melenakan.
Hingga pondasi yang dulu kokoh, kali ini goyah.
Aku sadar perlu perjuangan yang berat untuk kembali menemukan jalan yang seharusnya ku tempuh.